Kata terhadap penggunaan barang atau jasa. Konsumsi

Kata
Pengantar

Puji
syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena hanya dengan rahmat, berkat,
limpahan rahmat dan hidayah-Nya jualah saya dapat menyelesaikan makalah ini
jauh sebelum tenggat waktu yang telah ditentukan. Sehubungan dengan berakhirnya
perkuliahan TPB (Tahap Penerimaan Bersama) dan berakhirnya perkuliahan semester
1 ini maka saya ingin mempersembahkan makalah saya dengan tema yang sudah saya
pilih dari 17 tema yang ada yaitu, “konsumsi dan produksi yang bertanggung
jawab” dengan judul “Perilaku Konsumtif Manusia dalam Perspektif Pancasila”.
Sekiranya makalah yang saya buat dapat bermanfaat bagi para pembaca sekalian.
Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam penulisan makalah ini
masih jauh dari kata sempurna, menggunakan bahasa yang tidak sesuai dengan
ketentuan, terdapat banyak kesalahan pada penulisan kata maupun kalimat dan
banyak kekurangan lainnya. Kepada Allah saya mohon ampun.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Semoga
makalah yang saya buat dapat menambah wawasan kita semua mengenai sifat-sifat konsumtif
yang ada dalam diri manusia.

 

 

 

Jatinangor,                       2017

 

 

 

Penulis

 

 

 

DAFTAR
ISI

Kata
Pengantar

BAB
I PENDAHULUAN

1.1.Latar
Belakang

1.2.Rumusan
masalah

1.3.Tujuan

1.4.Manfaat

BAB
II PERILAKU KONSUMTIF

2.1.Perilaku
konsumtif manusia di dunia

2.2.Perilaku
konsumtif manusia dan kaitannya dengan masing-masing sila pada pancasila

BAB
III SOLUSI DAN PENYELESAIAN

3.1.Solusi
menghadapi perilaku konsumtif dalam diri

3.2.Langkah
yang harus diambil demi membatasi perilaku konsumtif manusia di seluruh dunia

BAB
IV PENUTUP

4.1.Kesimpulan

DAFTAR
PUSTAKA

 

 

 

 

 

 

BAB
I

PENDAHULUAN

1.1.Latar
Belakang

Konsumsi
dan produksi yang bertanggung jawab merupakan salah satu dari 17 Sustainable
Development Goals (SDGs) yang dipelajari dalam semester 1 ini. Konsumsi
merupakan sesuatu yang digunakan atau dicerna. Konsumsi merupakan hal yang
berkaitan dengan makan, minum dan pencernaan. Konsumsi juga dapat diartikan
sebagai pembelian dan penggunaan barang-barang yang disuguhkan dari produsen
oleh masyarakat publik. Produksi adalah proses mengkombinasikan beberapa
material dan non material untuk menciptakan atau menghasilkan suatu bahan, barang
atau jasa yang digunakan dan dimanfaatkan sehari-hari. Konsumsi dan produksi
yang bertanggung jawab merupakan kegiatan konsumsi oleh manusia yang dilakukan
dengan tujuan memanfaatkan produksi yang ada sesuai dengan apa yang yang
dibutuhkannya dengan menghindari segala bentuk 
pemborosan terhadap penggunaan barang atau jasa.

Konsumsi
dan produksi yang bertanggung jawab merupakan langkah awal dalam menggunakan
sumber daya alam secara efisien. Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab
juga bertujuan untuk menghindari perilaku konsumtif yang ada dalam diri manusia.
Perilaku seseorang dapat dikatakan konsumtif apabila orang tersebut sebagai
konsumen membeli produk bukan lagi sesuai apa yang dibutuhkannya melainkan apa
yang diinginkannya dimana barang tersebut dapat memuaskan kesenangannya,
sebagian beranggapan produk yang dibelinya dapat meningkatkan gengsinya agar
mereka tidak merasa berbeda dengan anggota kelompoknya atau agar mereka merasa
memiliki perilaku serupa dengan figur yang mereka idolakan. Kebutuhan dan
keinginan merupakan dua hal yang berbeda. Kebutuhan merupakan hal yang memang
dibutuhkan secara naluriah sedangkan keinginan merupakan hal yang dibentuk
berdasarkan lingkungan hidup, lingkungan sosial maupun lingkungan bagaimana
seseorang tersebut dibesarkan. Perilaku konsumtif selalu ada dalam diri manusia
dan jika mereka tidak dapat menyikapinya dengan hati-hati maka perilaku
konsumtif ini yang akan menyebabkan ketidaktercapaian dalam menjalankan tujuan
dari SDGs ke 12 ini.

 

1.2.Rumusan
Masalah

·        
Apa itu perilaku konsumtif?

·        
Bagaimana bentuk perilaku konsumtif itu?

·        
Apakah kaitannya perilaku konsumtif
terhadap Indonesia saat ini?

·        
Apakah dampak negatif dan positif
perilaku konsumtif?

·        
Bagaimanakah solusi yang tepat dalam
menyikapi perilaku konsumtif?

·        
Bagaimana langkah-langkah menghindari
perilaku konsumtif?

 

1.3.Tujuan

·        
Mengetahui bentuk perilaku konsumtif
dalam diri manusia

·        
Mengetahui kaitan antara perilaku
konsumtif dengan keadaan yang ada di Indonesia

·        
Mengetahui dampak negatif dan positif
dari perilaku konsumtif

·        
Mengetahui solusi yang tepat dalam
menyikapi perilaku konsumtif dalam diri manusia

·        
Mengetahui cara menghindari perilaku
konsumtif

 

1.4.Manfaat

·        
Menambah wawasan tentang perilaku
konsumtif

·        
Menambah wawasan tentang spesifikasi dan
setiap dampak yang akan terjadi

·        
Dapat dijadikan bahan kajian dan
menambah khasanah kepustakaan

·        
Menambah nilai mata kuliah TPB (Tahap
Penerimaan Bersama)

·        
Sebagai pelengkap nilai akhir mata
kuliah TPB (Tahap Penerimaan Bersama)

·        
Sebagai sumber informasi dan referensi
bagi siapa saja yang membaca

 

 

 

 

BAB
II

PERILAKU
KONSUMTIF

 

2.1.Perilaku
konsumtif manusia di dunia

Perilaku
konsumtif merupakan kegiatan pembelian, pemanfaatan maupun penggunaan barang
atau jasa secara berlebihan tanpa melihat kebutuhan yang sebenarnya karena
pembelian atau penggunaan barang atau jasa yang hanya berdasarkan keinginan pribadi.

Menurut
Tambunan (2003) definisi dari perilaku konsumtif adalah, kata “konsumtif”
sering diartikan sama dengan “konsumerisme”. Padahal kata yang terakhir ini
mengacu pada  segala sesuatu yang
berhubungan dengan konsumen. Sedangkan konsumtif lebih khusus menjelaskan
keinginan untuk mengkonsumsi barang-barang yang sebenarnya kurang diperlukan
secara berlebihan untuk mencapai kepuasan yang maksimal

Menurut
Moningka (2006) sendiri  tipe perilaku
konsumtif dibagi menjadi 3, yaitu: 

·        
Addictive consumption, yaitu
mengkonsumsi barang atau jasa kerena ketagihan.

·        
Compulsive consumption, yaitu berbelanja
secara terus menerus tanpa memperhatikan apa yang sebenarnya ingin dibeli.

·        
Impulse buying atau impulsive buying.
Pada impulse buying, produk dan jasa memiliki daya guna bagi individu.
Pembelian produk atau jasa tersebut biasanya dilakukan tanpa perencanaan.

Berikut
indikator perilaku konsumtif menurut salah seorang ahli ( Sumartono {1998}) :

1.      Membeli
produk karena hadiahnya.

2.      Membeli
produk karena kemasannya menarik.

3.      Membeli
produk demi menjaga penampilan diri dan gengsi.

4.      Membeli
produk atas pertimbangan harga (bukan atas dasar manfaat dan kegunaannya).

5.      Membeli
produk hanya sekedar menjaga simbol status.

6.      Memakai
sebuah produk karena unsur  konformitas
terhadap model yang mengiklankan produk.

7.      Munculnya
penilaian bahwa membeli produk dengan harga mahal akan menimbulkan rasa percaya
diri yang tinggi.

Berikut
data tentang perilaku konsumtif yang ada di dunia

Negara pengguna ponsel tertinggi di
dunia

1.      China

2.      India

3.      Amerika
Serikat (AS)

4.      Brazil

5.      Indonesia

6.      Rusia

 

Negara dengan tingkat belanja
tertinggi di dunia

1.      Indonesia

2.      India

3.      Filipina

4.      China

5.      Brasil
dan Uni Emirat Arab

6.      Thailand

7.      Denmark

8.      Peru

9.      Arab
Saudi

10.  Selandia
Baru dan Kanada

Negara dengan tingkat konsumsi listrik
tertinggi di dunia

1.      Islandia

Total
konsumsi: 53.896 KwH per kapita

2.      Norwegia

Total
konsumsi: 23.001 KwH per kapita

3.      Bahrain

Total
konsumsi: 19.224 KwH per kapita

4.      Qatar

Total
konsumsi: 16.736 KwH per kapita

5.      Kanada

Total
konsumsi: 15.544 KwH per kapita

6.      Kuwait

Total
konsumsi: 15.333 KwH per kapita

7.      Finlandia

Total
konsumsi: 15.246 KwH per kapita.

8.      Luksembourg

Total
konsumsi: 13.873 kWh per kapita.

 

Negara dengan tingkat konsumsi
daging tertinggi di dunia

1.      Australia

Jumlah
konsumsi daging per orang: 90,2 kg/tahun

2.      Amerika
Serikat

Jumlah
konsumsi daging per orang: 90,04 kg/tahun

3.      Argentina

Jumlah
konsumsi daging per orang: 86,5 kg/tahun

4.      Israel

Jumlah
konsumsi daging per orang: 86,04 kg/tahun

5.      Brazil

Jumlah
konsumsi daging per orang: 78,04 kg/tahun

6.      Uruguay

Jumlah
konsumsi daging per orang: 75,7 kg/tahun

 

2.2.Perilaku
konsumtif manusia dan kaitannya dengan masing-masing sila pada pancasila

Menurut
pancasila sila ke-1 yang berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”, saya mengambil
opini sesuai dengan agama yang saya anut yaitu agama Islam. Dalam membeli
sesuatu tidaklah boleh kita melakukannya secara berlebihan dan
menghambur-hamburkan uang karena Allah benci pada umatNya yang suka melakukan
apapun secara berlebihan sesuai dengan firmanNya yang berbunyi,

“…Dan
janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya
pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan, dan setan itu adalah sangat
ingkar kepada Rabbnya.” (Al-Isra’ 17 : 26-27)

Menurut
pancasila sila ke-2 yang berbunyi “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”, perilaku
konsumtif berarti membeli barang secara berlebihan atau “menghabiskan stok”
yang ada di tempat membeli produk atau jasa tersebut padahal kita tidak terlalu
membutuhkannya dan ketika ada orang lain yang ingin membeli atau menggunakan
produk atau jasa tersebut ternyata mereka tidak mendapatkannya karena telah
“dihabiskan” oleh konsumen yang konsumtif sebelumnya dan dalam hal ini, pembeli
atau pengguna jasa tersebut tidaklah medapat keadilan karena dia lebih
membutuhkan produk tersebut daripada konsumen yang tidak membutuhkan tetapi
membelinya.

Menurut
pancasila sila ke-3 yang berbunyi “Persatuan Indonesia”, maka perilaku
konsumtif tidak sesuai dengan pokok-pokok yang terkandung dalam sila ke-3 yaitu
perbedaan yang tidak akan menghalangi persatuan. Seseorang memiliki sifat
konsumtif salah satunya karena orang tersebut ingin terlihat sama dengan suatu
golongan atau suatu sosok yang mereka kagumi dengan mengikuti gaya hidup suatu
kelompok atau sosok tersebut agar dikatakan sama ataupun serupa dengan orang
tersebut. Seseorang yang memiliki sifat konsumtif tersebut tidak ingin terlihat
berbeda dari sosok yang diidolakannya. Padahal, perbedaan tersebut ada bukan
untuk dibentuk menjadi masalah dan standar hidup melainkan diarahkan pada suatu
proses yang seharusnya saling menguntungkan yaitu persatuan dalam kehidupan
bersama untuk mewujudkan tujuan bersama.

 Menurut pancasila sila ke-4 yang berbunyi
“Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan/Perwakilan”, masih dalam kasus pada sila ke-3, perilaku
konsumtif kita yang secara tidak langsung merusak bumi sangatlah tidak sesuai
dengan makna pada sila ke-4 ini yaitu mengutamakan kepentingan Negara dan
masyarakat. Tindakan konsumtif yang hanya memuaskan diri sendiri tapi merusak
bumi tidak dapat dikatakan sebagai mengutamakan kepentingan Negara apalagi
masyarakat. Maka dari itu, perilaku konsumtif harus dikendalikan sebisa mungkin
oleh diri kita sendiri.

Menurut
pancasila sila ke-5 yang berbunyi “Keadlian Sosial bagi Seluruh Rakyat
Indonesia”, barang atau jasa yang tidak kita butuhkan tidaklah perlu kita beli
karna bias jadi barang tersebut lebih berguna untuk orang lain daripada kita
yang membeli tapi tidak membutuhkannya. Maka dari tiu, kedailan dapat dimulai
dari kita yang berhenti membeli barang secara berlebihan dan hanya membeli
barang yang dibutuhkan.

BAB
III

SOLUSI
DAN PENYELESAIAN

 

3.1.Solusi
menghadapi perilaku konsumtif dalam diri

1. Berpikir Realistis

Jika kita membeli
barang atau jasa berdasarkan pada keinginan kita sendiri tanpa membutuhkannya,
itu termasuk dalam perilaku konsumtif. Membeli yang hanya berdasarkan pada
keinginan tanpa melihat kegunaannya atau melihat dari sisi kita yang membutuhkannya
hanya akan menghabiskan uang . Jika ingin membeli suatu barang atau jasa,
sebaiknya pikirkan terlebih dahulu apakah barang tersebut merupakan kebutuhan
kita atau hanya keinginan nafsu semata

 

2. Dahulukan Prioritas daripada
Keinginan

Jika ada penawaran
barang-barang baru, diskon dan sebagainya, jangan telalu cepat mengambil
tindakan untuk membelinya. Utamakan untuk “menghabiskan” uang pada hal yang
memang lebih penting dari produk tersebut.

Misalnya, ada penawaran gawai yang
merupakan keluaran terbaru, tetapi kita masih memiliki cicilan lain yang belum
dibayar dan gawai yang kita punya masih dalam kondisi bagus. Maka, tidaklah
peru kita membeli gawai tersebut.

 

3. Ubah Pola pikir

Ubahlah pola pikir kita terhadap barang
atau jasa untuk menjadikannya sebagai suatu hal yang hanya dapat meningkatkan gengsi
semata. Sebab pada akhirnya, status sosial yang akan kita dapatkan merupakan
cerminan dari tingkah laku dan pemikiran kita, bukan dari apa yang kita punya.

 

4. Berpikir dengan Jernih Sebelum
Memutuskan

Sebaiknya kita tidak terlalu
terburu-buru dalam memutuskan untuk membeli suatu barang. Pikirkan apa kegunaan
barang tersebut apakah sesuai dengan kebutuhan kita saat ini atau tidak.

BAB
IV

PENUTUP

 

4.1.Kesimpulan

Perilaku konsumtif selalu ada dalam diri
manusia. Kita sebagai manusia yang memiliki akal dan pikiran haruslah menguasai
perilaku konsumtif kita. Karena, setiap hal yang kita perbuat pastilah
menimbulkan dampak baik positif maupun negatif 
di masa depan. Jika kita dapat menjaga perilaku konsumtif dalam diri
kita, maka kita layak disebut sebagai orang-orang yang bertanggung jawab
terhadap keberlangsungan konsumsi dan produksi di masa yang akan datang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

http://www.landasanteori.com/2015/09/pengertian-perilaku-konsumtif-definisi.html

 

Tambunan,
R. (2001).  Remaja dan Perilaku
Konsumtif  . online
(http://www.duniaesai.com/psikologi/psi3.htm)

 

Moningka,
C. (2006). Konsumtif : antara Gengsi dan Kebutuhan. online 
(http://www.suarapembaruan.com/News/2006/12/13/urban/urb02.htm)

 

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/3364659/4-tips-menghilangkan-perilaku-konsumtif

 

https://www.kaskus.co.id/thread/52147a2848ba54670d000000/6-negara-konsumen-ponsel-tertinggi-di-dunia-indonesia-urutan-berapa/

 

http://bisnis.liputan6.com/read/813277/penduduk-indonesia-paling-doyan-belanja-di-dunia

x

Hi!
I'm Gerard!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out