Analisa 1 unit. Pada pengujian ini dilakukan

Analisa
pengujian mencari koefisien gesek sudah banyak dilakukan oleh para peneliti-peneliti
guna memanfaatkan peluang yang ada untuk menemukan hal baru yang bermanfaat.
Ada beberapa tinjauan pustaka yang melandasi timbulnya gagasan untuk
menganalisa koefisien gesek material baja S45C terhadap material baja S45C ini
sehingga dapat membantu dalam penyusunan proposal penelitian ini. Ada banyak
jurnal penelitian yang mengangkat tentang materi yang disajikan.

Penelitian
yang dilakukan oleh (Fitrianto dkk., 2015), melakukan pengujian untuk
menentukan koefisien gesek permukaan benda pada bidang miring terhadap
viskositas pelumasan dan kekasaran permukaan. Benda yang digunakan pada
pengujian ini adalah material baja ST 37 dan menggunakan jenis pelumas SAE 20,
SAE 90 dan SAE 140. Pada pengujian ini dilakukan  tanpa pelumas dan dengan menggunakan pelumas,
pelumas yang digunakan memiliki viskositas yang berbeda pada hal ini SAE 20,
SAE 90 dan SAE 140. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada kondisi
tanpa pelumasan dengan pelumas SAE 20 dan SAE 90, semakin besar permukaannya
semakin besar pula sudut dan koefisien geseknya. Sedangkan pada kondisi plumas
SAE 140 terjadi penurunan sudut gesek dan koefisien gesek dengan bertambahnya
kekasaran permukaan. Pada benda halus dalam kondisi dengan pelumas semakin
kental viskositasnya sudut geseknya juga semakin besar. Pada benda ksar dengan
kondisi dengan pelumas, semakin tinggi viskositas pelumasnya semakin kecil
sudut geseknya.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Penelitian lain dilakukan
oleh (Rusmardi, 2008), melakukan percobaan gesekan untuk mengembangkan
teknologi pengereman pada kendaraan bermotor. Benda yang digunakan antara lain plat
baja lengkap dengan alasnya (friction on
inclined steel plane) 1 set, tali dan penggntung beban 1 set, talam dengan
material telapak yang berbeda antara lain baja, alumunium, kuningan 1 buah, timbangan
1 unit, besi pemberat 2 set, water pas 1 unit. Pada pengujian ini dilakukan
dengan cara harus mengetahui terlebih dahulu massa talam dengan timbangan,
lakukan pengujian dengan meletakkan talam diatas plat baja yang dapat diatur
kemiringannya, dan lakukan pengujian talam dalam keadaan tanpa beban kemudian
besi penggantung diberi beban sedikit demi sedikit sampai didapat gaya maksimum
saat talam mulai tergelincir. Lalu lakukan pengujian kembali dengan talam yang
diberi beban massa 500 gram dan 1000 gram. Dan lakukan lagi pengujian ini
dengan landasan yang diberi kemiringan tertentu, dalam hal ini penulis
memberikan ketentuan kemiringan 50, 100 & 150 hingga benda jatuh dan naik
dengan sendirinya tanpa dorongan. Dari percobaan inilah didapati hasil

Talam baja pada sudut kemiringan 50 berat talam 765 gr.
Diperoleh (F) eksperimen 2,84N, (F) teoritis 2,84 N dan ?s = 0,29. Talam alumunium pada sudut kemiringan 50 berat talam 310
gr, diperoleh (F) eksperimen 3.04 N, (F) teoritis 3,04 N dan ?s = 0,27. Talam kuningan pada sudut kemiringan 50 berat talam 1216
gr, diperoleh (F) eksperimen 3.04 N, (F) teoritis 3,29 N dan ?s = 0,24.

x

Hi!
I'm Gerard!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out